Capaian Investasi 2025
Berdasarkan hasil rekapitulasi data investasi yang merupakan hasil pelaksanaan pengelolaan data dan informasi penanaman modal, berikut adalah rangkuman pencapaian investasi Kota Tegal sepanjang tahun 2025:
1. Ringkasan Realisasi Investasi 2025
Kota Tegal berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD dengan capaian yang sangat positif:
1. Total Realisasi (Januari–Desember 2025): Rp. 2.624.899.690.312.
2. Capaian Target: 141,12% dari target Rp. 1.860.000.000.000
3. Pertumbuhan Tahunan: Meningkat sekitar 20,41% dibandingkan tahun 2024.
4. Total Penyerapan Tenaga Kerja: Mencapai 9.425 orang sepanjang tahun 2025.
2. Performa Triwulan I-IV (Jan–Des 2025)
Kinerja setiap triwulan di tahun 2025 tetap stabil meski di tengah transisi kebijakan ekonomi:
1. Realisasi TW I: Rp. 613.631.776.156
2. Realisasi TW II: Rp. 720.970.236.654
3. Realisasi TW III: Rp. 668.367.794.282
4. Realisasi TW IV: Rp. 621.929.883.220
5. Komposisi:
PMDN : Rp. 1,19 Triliun (55,6%).
PMA : Rp. 1,43 Triliun (45,4%).
3. Analisis Sektor
Kota Tegal adalah salah satu wilayah otonom di Provinsi Jawa Tengah yang dijuluki Kota Bahari dengan lokasi strategis sebagai penghubung jalur perekonomian Pantura menjadikan perdagangan dan jasa di Kota Tegal sangat potensial. Nilai investasi pada sektor tersier mencapai 2,13 Triliun (81,19% dari total realisasi). Berikut 5 (lima) sub sektor teratas capaian investasi tahun 2025:
1. Perdagangan dan Reparasi: Rp. 1,007 Triliun (38,36% dari total realisasi).
2. Jasa Lainnya: Rp. 227,42 Miliar ( 20,61% dari total realisasi).
3. Perumahan, Kawasan Industri & Perkantoran: Rp. 227,42 Miliar ( 8,66% dari total realisasi).
4. Industri Lainya: Rp. 181,2 Miliar ( 6,90 dari total realisasi).
5. Kontruksi: Rp. 118,27 Miliar ( 4,50% dari total realisasi).
4. Sebaran Lokasi dan Negara Asal
Persebaran investasi dari proyek baru pada 4 (empat) lokasi Kecamatan:
Kategori Margadana Tegal Barat Tegal Selatan Tegal Timur
Persentase 8,69% 60,72% 9,66% 20,91%
Nilai Rp. 159,46 Miliar Rp. 1,11 Triliun Rp. 117,15 Miliar Rp. 383,42 Miliar
5 Negara Asal PMA Terbesar (Januari-Desember 2025):
1. RR. Tiongkok dengan jumlah proyek sebanyak 231 (berbagai sub sektor perdagangan dan reparasi, serta berbagai industri).
2. Singapura dengan jumlah proyek sebanyak 34 (hotel dan restoran, dan jasa lainnya)
3. Hongkong, RRT. dengan jumlah proyek sebanyak 30 (Industri kulit dan alas kaki, perdagangan dan reparasi).
4. Korea Selatan dengan jumlah proyek sebanyak 27 (perdagangan dan reparasi, dan industri makanan).
5. Taiwan dengan jumlah proyek sebanyak 22 (sub sektor perdagangan dan reparasi).
5. Arah dan strategi pengembangan berdasar hasil analisis dan evaluasi investasi tahun 2024:
Pengeluaran investasi di Kota Tegal, baik pengeluaran investasi oleh pemerintah maupun swasta, perlu diarahkan pada :
1. Sektor Industri Pengolahan, Konstruksi, Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum, dan Informasi dan Komunikasi. Alasannya adalah sebagai sektor andalan sektor-sektor tersebut dominan dan teruji dalam menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja di Kota Tegal, memiliki potensi tumbuh lebih besar di Kota Tegal, sudah mapan secara lokal sehingga memiliki risiko relatif lebih rendah dibandingkan sektor-sektor lainnya di Kota Tegal sehingga dapat memperkuat struktur ekonomi Kota Tegal.
2. Sektor Pengadaan Listrik dan Gas, Transportasi dan Pergudangan, dan Jasa Perusahaan. Alasannya adalah sebagai sektor unggulan Sektor-sektor tersebut memiliki keunggulan komparatif di tingkat Provinsi Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik investasi di Kota Tegal, dapat memperluas diversifikasi ekonomi dan memperkuat daya saing Kota Tegal. Khusus untuk sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Jasa Perusahan, diperlukan intervensi tertentu agar keduanya mampu menarik investasi dalam skala yang lebih besar dan berkelanjutan, mengingat kedua sektor tersebut memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Selain sektor-sektor andalan dan unggulan yang telah disebutkan, Pemerintah Daerah Kota Tegal juga perlu merumuskan kebijakan khusus untuk mendorong pengembangan sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, mengingat sektor ini diproyeksikan menjadi penerima aliran investasi swasta terbesar, yakni sebesar 23,02 persen dari total investasi swasta yang diperkirakan akan masuk ke Kota Tegal pada periode 2025–2030.